My Big Beauty Girl

Posted: July 1, 2007 in Uncategorized

Hello,strangers..Let me Introduce my self…this is my first story in poce.wordpress.com….kebanyakan sih bakal jadi cerita angan-anganku,tentang perasaan,persahabatan,semua yang berbau cerita cinta…

this is my first story for you,hope you like it & give comment if you want to :

My Big Beauty Girl

Arnold masih duduk termenung di halaman belakang gereja tua itu.wajahnya menunjukkan raut kecemasan yang amat sangat,berkali-kali sepasang matanya yang terbungkus di balik kacamata, melihat dengan tatapan gelisah ke arah gereja tua yang sudah berumur ratusan tahun, yang oleh banyak orang dinamai St.Pancras Old Church.Banyak kenangan menarik di gereja ini.Sedikit cerita, kalau Christian Bach, si komposer itu,dan John Flaxman, si pemahat terkenal di era 1800-an, dimakamkan disini, dan yang paling seru dari gereja ini, abang-abang The Beatles pernah memakai gereja ini untuk sesi pemotretan promosi single barunya(di masa itu),yang kalo gak salah sih judulnya ‘Hey Jude’ sekaligus juga promosi album barunya, The Beatles a.k.a The White Album.Lalu kenapa kalau gereja tua ini penuh dengan kenangan ini dan itu??Toh orang – orang itu juga tidak ada hubungannya dengan Arnold..

Ya memang.Mereka-mereka itu jelas sama sekali tidak ada hubungan darah dengan Arnold,namun gerejanya-lah yang memiliki kenangan tersendiri bagi Arnold.25 tahun lalu, ayah dan ibunya,Mr & Mrs.Bennett mengikatkan janji di gereja ini,Arnold juga menerima baptis dan komuni pertamanya di sini,dan ketika nenek tersayangnya meninggal 5 tahun lalu,disini pula misanya di adakan, dan sekarang, tepatnya tanggal 15 Juni 2007,di gereja ini pula, Arnold akan melangsungkan pernikahannya, dengan wanita yang umurnya hanya berbeda setahun lebih muda darinya.

.Daisy de Contessa.

Dilihat dari berbagai sisi,wanita ini nampak begitu sempurna.Kelahiran Italy,dengan kulit coklatnya yang begitu fantastis.Rambut coklat tuanya panjang mempesona.Daisy punya sepasang mata yang indah,yang mungkin hanya dimiliki oleh beberapa wanita dari ratusan wanita Brazil lainnya,apalagi ia akan disandingkan dengan Arnold yang juga tidak kalah sempurna dari sang mempelai wanita.Namun apa yang sebenarnya membuat Arnold gelisah??

.Arnold tidak mencintai Daisy.

Dan hanya butuh beberapa jam sebelum upacara dilangsungkan untuk menyadarkan Arnold bahwa pernikahan yang akan berlangsung ini adalah sebuah kesalahan.Dan di langsungkan di gereja yang penuh memori apik ini juga merupakan kesalahan yang paling besar.

Arnold bangkit dari duduknya.dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri.Andai ia tidak begitu saja percaya pada kata-kata Daisy dan segala akting hebatnya yang benar- benar membuat Arnold langsung merasa bersalah dan berjanji akan menikahi Daisy dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.So cliche huh??Apalagi kalau bukan permintaan untuk dinikahi karena Arnold dituduh sudah menghamili Daisy.Untuk ukuran wanita elegan berdarah Italy,alasan seperti ini sungguh sangat norak sekali,tapi tidak menutup kemungkinan khan kalau di luar negeri pun juga bisa terjadi hal yang sama??

Satu jam berlalu,dan Arnold masih belum beranjak dari duduknya.Keringat dinginnya semakin deras mengalir.Pikiran Arnold makin buntu.

“Aku harus kabur!”Suara hati Arnold mulai angkat suara.

“Tapi kalau Daisy beneran hamil,gimana??”suara hati yang lain pun menyahut.

–to be continued–

Selasa, 19 Juni 2007

“Masa iya,sih??Bukannya ada puluhan pria yang mengencani dia??Tidak menutup kemungkinan khan kalau justru merekalah yang menghamili dia, bukannya aku??” Damn..God!!Kenapa aku harus mengalami hal ini??!!
Arnold

tak henti – hentinya merutuki dirinya. Saat itu angin bertiup sangat sejuk, seolah ingin membantu mendinginkan pikiran
Arnold

. Sesaat setelah bisa menguasai dirinya,
Arnold

kembali duduk dan menatap langit berawan.Cukup lama, dan kemudian ia menghembuskan nafas panjang. “Aku harus kabur…..” Inilah keputusannya. Ia tidak bisa menghindar dengan cara yang lebih sopan selain kabur. Arnold

berdiri dengan mantapnya, kemudian segera bergerak cepat menuju pagar kecil yang berada tak jauh dari halaman belakang gereja Pancras.Seolah sudah mengenali detil per detil gereja ini, Arnold

langsung bisa menemukan letak pagar itu, meskipun tertutup semak – semak, dan segera memasuki pagar dengan gesitnya meski ukuran pagar itu tidak sebesar badan
Arnold

. Dalam sekejap, Arnold sudah berada sekitar 2 kilometer jauhnya dari Gereja Pancras. “Santo Pancras, maafkan aku. Bukannya aku mau mengotori gereja ini dengan meninggalkan upacara pernikahan ini, tapi kalau aku tak mencintai dia, maka aku akan lebih berdosa lagi, sudah mengucapkan janji palsu pada Tuhan. Aku pasti kembali, dengan membawa seseorang yang memang pantas bersanding denganku!!” Arnold mengucapkan ‘titah suci’ pada Santo Pancras, yang merupakan inspirasi dari berdirinya gereja tua Pancras ini. Jelas Arnold tak ingin mengukir kenangan buruk pada gereja yang sudah memberinya kenangan dengan berbagai rasa. Arnold begitu menghargai gereja ini jauh melebihi apapun. Tak terasa sudah sekitar 3 kilometer jauhnya
Arnold

berjalan. Ia bingung harus kemana, karena semua keluarga dan koleganya pasti sedang berada di gereja itu sekarang. “Iyalah….ini khan hari pernikahanku, mana ada orang yang rela gak datang di pesta pernikahan sang Vice President Director Corale Hotel?? Hotel termegah dan termewah kedua di London

, Inggris setelah Hilton Club”. Serunya pelan

Arnold

memang tidak terlalu di kenal di kalangan selebritis, selain karena ia benci di – ekspose, ia juga tidak terlalu ingin berdekatan dengan para selebritis yang hidupnya sering tidak jelas. Kolega – kolega
Arnold

kebanyakan dari kalangan pebisnis, pejabat, bahkan sampai mafia kelas kakap juga ada yang mengenal dirinya. Bagi Arnold, berteman dengan orang – orang yang punya kuasa jauh lebih tinggi dan kekayaan yang jauh lebih besar dari selebritis merupakan kesenangan tersendiri. Bukan karena dia matre, tapi memang
Arnold

adalah seorang perfeksionis yang punya segudang ambisi yang besar, dan demi mewujudkan ambisinya itu, ia akan melakukan apapun, bekerja sekeras mungkin dan tetap melakukan segalanya di jalan yang benar. Inilah sisi yang menarik dari
Arnold

. Walapun pekerjaannya sering kali membawa godaan yang begitu besar, ia sama sekali tidak terpengaruh, karena baginya yang patut ia takuti hanyalah Tuhan saja. Hmm..so sweet or what?

I will continue the next page,when i came back from my internship program..juz wait…

 thankss ^0^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s